KPK Sita Dokumen Penting Saat Geledah Kantor BPK Sumsel

Penyidik KPK geledah BPK sumsel dan menyita sejumlah dokumen penting.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidik kpk geledah Kantor BPK Sumsel dan menyita sejumlah dokumen terkait dugaan suap
(Foto: GARRY ANDREW LOTULUNG/kompas)

Penyidik kpk geledah Kantor BPK Sumsel dan menyita sejumlah dokumen terkait dugaan suap (Foto: GARRY ANDREW LOTULUNG/kompas)

Berito.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Selatan dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait hasil audit sejumlah proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyidik melakukan penggeledahan pada Selasa (24/6). Informasi tersebut di sampaikan melalui keterangan tertulis yang di terima pada Kamis (25/6).

Dalam kegiatan itu, penyidik KPK geledah kantor BPK Sumsel dan mengamankan sejumlah barang bukti yang di duga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang di tangani. Penyidik menyita sejumlah dokumen penting. Barang bukti yang di amankan meliputi kertas kerja pemeriksaan dan dokumen perubahan opini audit Pemkab Muara Enim dari WDP menjadi WTP. KPK juga mengamankan berkas yang di duga terkait upaya mengubah kembali hasil temuan setelah operasi tangkap tangan dilakukan.

Baca Juga :  Solusi Berkendara Nyaman Tanpa Kuras Tabungan: Berburu Mobil Bekas 100 Jutaan

Selain itu, penyidik KPK geledah kantor BPK sumsel menemukan petunjuk dugaan intervensi dari BPK pusat dalam perubahan hasil audit tersebut. “Kami akan menganalisis seluruh barang bukti yang di peroleh dalam penggeledahan ini,” kata Budi.

Lima Orang Sudah Di tetapkan sebagai Tersangka

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Tiga tersangka di duga berperan sebagai pemberi suap. Mereka adalah Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison, serta dua pihak dari PT Millenium Solusi Abadi (MSA), yakni Cory Erin Hardi dan Fika.

Baca Juga :  Dilema UU ASN: Ribuan Pegawai PPPK Terancam Tak Diperpanjang Akibat Krisis Fiskal

Sementara itu, dua tersangka lainnya di duga menerima suap. Mereka adalah ASN BPK yang menjabat sebagai pengendali teknis, Titin Rita Lestari, dan seorang pihak swasta bernama Augusz Dewanggara alias Angga. KPK menduga Angga merupakan orang kepercayaan salah satu Anggota V BPK yang berinisial BAR. Dugaan tersebut masih terus di dalami oleh penyidik sebagai bagian dari pengembangan perkara.

(A/*)

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan
MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional
Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan
Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri
Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Tahapan Seleksinya
DPR Minta Inovasi dalam Efisiensi Anggaran Pertahanan
LNG Abadi Masela Perkuat Hilirisasi dan Industri Nasional
BKN Minta Pemerintah Tambah Jumlah PNS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Acuan Kebijakan Ketenagakerjaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:00 WIB

MPR Ajak Semua Pihak Dorong Kaloborasi Perkuat Gerakan Literasi Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:00 WIB

Prabowo Ungkap 108 Masalah Berhasil Diselesaikan, Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Kepala BKN Ajak ASN Terus Mengabdi untuk Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:00 WIB

Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini 6 Tahapan Seleksinya

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB