Berito.id – Kabupaten Tulungagung kembali menjadi sorotan nasional. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah berjuluk Kota Marmer tersebut pada Jumat (10/4/2026). Ironisnya, operasi ini merupakan penangkapan tangan ke-10 yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026.
Nama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mencuat sebagai pihak utama yang di amankan dalam operasi senyap tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi kebenaran kabar ini saat di konfirmasi awak media di Jakarta.
“Benar,” jawab Fitroh singkat terkait penangkapan sang bupati.
Saat ini, Gatut bersama pihak-pihak terkait lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif. Sesuai aturan KUHAP, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka, apakah akan naik menjadi tersangka atau tetap sebagai saksi.
Dari Pengusaha Toko Bangunan ke Puncak Kekuasaan
Lahir pada 17 Desember 1967, Gatut Sunu Wibowo bukan orang baru di kancah lokal. Sebelum memegang tongkat estafet kepemimpinan sebagai Bupati Tulungagung periode 2025–2030, ia lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses.
Gatut membangun kekayaannya melalui bisnis toko bangunan. Jaringan usahanya menggurita, tidak hanya di Tulungagung tetapi juga merambah ke kabupaten tetangga, Trenggalek. Ketangkasannya di dunia bisnis inilah yang diduga menjadi modal kuat baginya saat memutuskan banting setir ke dunia politik.
Aktif di Organisasi dan Akademisi
Selain aspek bisnis, Gatut memiliki kedekatan emosional dengan organisasi keagamaan. Sejak tahun 2004, ia tercatat sebagai anggota aktif Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tulungagung. Keaktifannya di organisasi sayap Nahdlatul Ulama ini bertahan hingga ia menjabat sebagai orang nomor satu di Tulungagung.
Dari sisi akademis, Gatut tergolong haus ilmu. Meski sibuk mengurus bisnis dan jabatan publik, ia menyelesaikan pendidikan pascasarjana di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan menyandang gelar Magister Ekonomi (M.E.) pada tahun 2023. Sebelumnya, gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) ia raih dari Universitas Merdeka Malang pada 1992.
Riwayat Pendidikan Lengkap:
-
SDN 1 Gandong, Bandung, Tulungagung (Lulus 1982)
-
SMP Negeri 1 Bandung, Tulungagung (1982–1985)
-
SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung (Lulus 1988)
-
S1 Ekonomi Universitas Merdeka Malang (Lulus 1992)
-
S2 Ekonomi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (Lulus 2023)
Catatan Kelam Tulungagung
Penangkapan Gatut Sunu menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Publik kini menunggu keterangan resmi KPK mengenai detail kasus yang menjeratnya, apakah terkait dengan suap proyek infrastruktur atau jual beli jabatan, yang seringkali menjadi “penyakit” kronis di birokrasi daerah.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Pendopo Kabupaten Tulungagung dilaporkan masih tampak tenang, meski beberapa ruangan dikabarkan telah dipasang segel merah-hitam khas KPK. (Nd)






