Relativity Space Luncurkan Misi NASA Aeolus ke Mars 2028

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 14:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Relativity Space Luncurkan Misi NASA Aeolus ke Mars 2028
(Foto: Relativity Space via NASA/rri)

Relativity Space Luncurkan Misi NASA Aeolus ke Mars 2028 (Foto: Relativity Space via NASA/rri)

Berito.id – Perusahaan antariksa Relativity Space resmi mendapat kepercayaan dari NASA untuk meluncurkan misi Aeolus ke Mars pada 2028. Perusahaan ini kini berada di bawah kepemimpinan mantan CEO Google, Eric Schmidt.

Laporan TechCrunch TechCrunch menyebutkan bahwa proyek ini berjalan melalui skema kemitraan publik-swasta baru. Dalam kerja sama tersebut, Relativity Space memegang tanggung jawab penuh. Tugasnya mencakup penyediaan roket, wahana antariksa, hingga operasi penerbangan menuju Mars.

Misi Aeolus Fokus Pantau Cuaca dan Atmosfer Mars

Misi Aeolus di rancang untuk mempelajari kondisi atmosfer Planet Merah secara lebih menyeluruh. Saat tiba di Mars, wahana ini akan menghasilkan pemetaan global harian pertama.

Baca Juga :  OpenAI GPT 5.5 Pro Rajai Peringkat Kecerdasan Buatan Global

Data yang di kumpulkan mencakup angin, suhu, debu, hingga formasi awan di Mars. Informasi ini akan membantu ilmuwan memahami dinamika cuaca planet tersebut dengan lebih akurat. Aeolus membawa empat instrumen utama. Seluruh perangkat ini bekerja untuk mengumpulkan data atmosfer secara real-time.

Dukung Misi Pendaratan dan Eksplorasi Masa Depan

Data dari Aeolus tidak hanya untuk riset cuaca. NASA juga akan memanfaatkannya untuk mendukung sistem masuk atmosfer, penurunan, dan pendaratan wahana.

Informasi tersebut penting untuk meningkatkan keamanan misi masa depan. Termasuk dalam perencanaan misi berawak ke Mars.

Relativity Space Tunjukkan Ambisi Lewat Roket Baru Terran R

Penunjukan ini menjadi pencapaian besar bagi Relativity Space di era kepemimpinan Eric Schmidt, yang resmi menjabat CEO pada 2025. Sebelumnya, perusahaan ini di kenal berkat inovasi roket cetak 3D bernama Terran 1. Namun, uji peluncuran perdana roket tersebut gagal sesaat setelah lepas landas.

Baca Juga :  MacBook Air M1 Baru dan Bekas Masih Layak Dibeli

Kini, Relativity Space bersiap menguji generasi berikutnya, Terran R. Roket ini memiliki ukuran lebih besar dan desain lebih kuat. Peluncuran perdana Terran R di jadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah penting sebelum mereka menjalankan proyek Aeolus ke Mars.

(A/*)

Berita Terkait

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar
Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya
Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN
TikTok Perkuat Transparansi Konten AI
Analog Devices Perkuat Infrastruktur AI Lewat Akuisisi Empower
Google Gabungkan AI Search dan YouTube untuk Bisnis Online
xAI Berganti Nama Jadi SpaceXAI Usai Diakuisisi SpaceX
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

Jaket Kulit CEO Nvidia Terjual Rp17 Miliar

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Ditetapkan, Ini Daftar Pemenangnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

TikTok Perkuat Transparansi Konten AI

Berita Terbaru

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi
(Foto: AI)

Teknologi

Jutaan Satelit Ancam Ubah Langit Malam Bumi

Rabu, 22 Jul 2026 - 17:00 WIB

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out(Foto: AI)

Otomotif

Tesla Luncurkan Balance Bike Rp 4 Jutaan, Langsung Sold Out

Rabu, 22 Jul 2026 - 15:00 WIB