Strategi Politik Jokowi, Perkuat Posisi Gibran dan Loloskan PSI di Pemilu 2029

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Politik Jokowi: Perkuat Posisi Gibran dan Loloskan PSI di Pemilu 2029
(Foto: KOMPAS/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI)

Strategi Politik Jokowi: Perkuat Posisi Gibran dan Loloskan PSI di Pemilu 2029 (Foto: KOMPAS/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI)

Berito.id – Rencana Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk kembali melakukan perjalanan keliling berbagai wilayah tanah air menuai banyak sorotan. Langkah ini di nilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah strategi matang untuk memperkuat peta kekuatan politik menyongsong Pemilu 2029. Salah satu target utamanya di perkirakan adalah mendongkrak posisi tawar sang anak yang kini menjabat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik nasional, Adi Prayitno, mengamini pandangan tersebut. Ia menilai bahwa aktivitas turun ke masyarakat atau yang akrab di sebut “blusukan” memang sudah melekat sebagai ciri khas politik Jokowi sejak dulu. Namun, agenda ini memicu tanda tanya besar di kalangan publik karena status formal Jokowi saat ini yang sudah tidak lagi memimpin negara.

“Secara aturan normatif, Jokowi memang sangat gemar menyerap aspirasi langsung di lapangan dengan gaya sederhananya. Tetapi, wajar jika masyarakat bingung. Setelah keluhan warga di tampung oleh tokoh yang sudah purnatugas, ke mana aspirasi itu akan di salurkan? Ini merupakan persoalan mendasar yang perlu di jawab,” tutur Adi saat di hubungi pada Kamis (28/5).

Uji Pengaruh Politik dan Penguatan Basis PSI

Selain demi kepentingan keluarga, agenda luar kota ini di yakini berkaitan erat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kedekatan emosional serta keterlibatan intensif Jokowi dengan partai berlogo mawar tersebut sudah menjadi rahasia umum di panggung politik.

Adi menambahkan bahwa publik sangat logis apabila mengaitkan safari ini dengan upaya penyelamatan serta penguatan struktur PSI agar mampu berbicara banyak pada kontestasi lima tahunan mendatang. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Jokowi menegaskan komitmennya untuk terjun langsung demi memenangkan partai yang kini di anggap menjadikan dirinya sebagai figur pelindung utama.

Baca Juga :  Tinggalkan Antrean! Pensiunan Kini Bisa Autentikasi Lewat Selfie di Aplikasi Andal by Taspen

Melalui pergerakan ini, daya tawar politik Gibran Rakabuming Raka juga di prediksi akan ikut terkerek naik. Keberhasilan Jokowi merawat basis massa di akar rumput otomatis akan memberikan keuntungan elektoral yang besar bagi Gibran demi mengamankan posisi strategisnya di masa depan. Perjalanan ini pun sekaligus menjadi tolok ukur apakah “tuah” atau kesaktian politik Jokowi masih berjalan efektif setelah turun takhta.

Jika gerakan ini sukses, PSI di proyeksikan mampu menembus ambang batas parlemen dan posisi Gibran akan semakin kokoh pada 2029. Sebaliknya, jika pengaruhnya memudar, langkah PSI ke Senayan akan kembali terjegal dan posisi tawar Gibran tidak akan sekuat pada Pemilu 2024 lalu.

Terbentuknya Peta Kompetisi dan Rivalitas Baru

Pandangan senada di utarakan oleh pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab di sapa Hensat. Ia menggarisbawahi bahwa rencana ini mematahkan pernyataan lama Jokowi yang mengaku ingin menjadi warga biasa di Solo setelah masa jabatannya berakhir. Kenyataannya, hasrat politik sang mantan presiden terlihat masih sangat besar.

Hensat melihat tindakan ini sebagai cara agar nama besar dan pengaruh politik Jokowi tidak meredup. Kehadiran PSI di nilai menjadi kendaraan politik baru yang ideal bagi gerakan kelompoknya. Manuver ini secara tidak langsung mulai memanaskan mesin kompetisi Pilpres serta Pemilu legislatif jauh-jauh hari.

Baca Juga :  TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun

Dampak dari pergerakan ini di prediksi akan mengubah pola interaksi dan komunikasi antarpartai politik di Indonesia. Hubungan antar-tokoh nasional di pastikan menjadi lebih dinamis dan penuh kehati-hatian.

“Saat tokoh sentral mulai menyatakan siap berkeliling, itu berarti ia sedang membuka garis persaingan baru yang lebih terbuka. Konstelasi akan berubah total. Ke depan, jika ada ketua umum partai lain yang datang menemui Jokowi, internal partai tersebut pasti akan mempertanyakan urgensinya karena menganggap mereka sedang berkomunikasi dengan figur utama dari kelompok politik saingannya,” jelas Hensat.

Lampung, NTT, dan Jawa Barat Jadi Target Awal

Agenda safari nasional ini di jadwalkan bergulir mulai bulan Juni mendatang. Berdasarkan informasi internal, Jokowi di rencanakan mendatangi sejumlah wilayah sekaligus melakukan konsolidasi dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI. Tiga provinsi pertama yang akan di kunjungi adalah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.

Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, membenarkan kepastian kabar tersebut. Ia menegaskan kondisi kesehatan mantan presiden saat ini sudah sangat prima dan siap kembali beraktivitas di tengah masyarakat luas.

“Melalui konfirmasi langsung, beliau menyampaikan sudah pulih total dan berniat memenuhi undangan dari warga serta pemuka daerah di berbagai wilayah. Di sela-sela kunjungan tersebut, beliau di pastikan menyempatkan waktu untuk berkonsolidasi dengan jajaran pengurus daerah PSI,” urai Bestari pada Kamis (28/5).

(Aat/*)

Berita Terkait

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan
Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia
“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Yakin Api Segera Dikendalikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Kewarganegaraan Ganda Dibuka untuk Talenta Asing, Perca Soroti Nasib Anak Berdarah Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Berita Terbaru