Berito.id – Persiapan spiritual ribuan warga Jambi kini memasuki fase krusial. Pemerintah Provinsi Jambi memastikan seluruh teknis keberangkatan jamaah haji tahun 2026 sudah menyentuh angka 100 persen. Jika sesuai jadwal, rombongan pertama yang tergabung dalam Kloter BTH 13 akan mulai diberangkatkan pada 5 Mei 2026.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, menegaskan bahwa proses tender layanan telah tuntas. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi jamaah dari Jambi menuju Embarkasi Batam berjalan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah kita sudah hampir mendekati 100 persen siap, proses tender juga sudah selesai,” ujar Amrulsyah, Selasa (28/4/2026).
Ada alasan teknis yang cukup krusial di balik penunjukan Lion Group sebagai mitra pengangkut tahun ini. Risiko penerbangan haji tergolong tinggi, terutama terkait ketepatan waktu. Jika terjadi keterlambatan (delay) di Jambi yang berpotensi memutus koneksi penerbangan internasional di Batam, maskapai harus siap dengan skema kompensasi berat.
Amrulsyah mengungkapkan, Lion Group dinilai paling siap dengan armada besar yang mencakup Batik Air hingga Super Air Jet. “Risikonya cukup besar. Kalau terjadi delay dari Jambi, maskapai harus siap memberangkatkan jamaah langsung ke tanah suci. Ini yang membuat maskapai lain tidak berani mengambil,” jelasnya.
Untuk menjamin kelancaran, Pemprov menyiagakan empat pesawat setiap harinya: tiga unit untuk keberangkatan utama dan satu unit standby sebagai cadangan jika terjadi kendala teknis mendadak.
Tahun ini, Pemprov Jambi harus merogoh kocek lebih dalam. Awalnya, anggaran haji dipatok pada angka Rp29,5 miliar. Namun, fakta di lapangan memaksa angka tersebut melonjak drastis menjadi Rp41 miliar. Kenaikan harga avtur dunia, penambahan kuota jamaah, serta faktor risiko global menjadi pemicu utama pembengkakan biaya ini.
Tantangan lainnya terletak pada profil jamaah. Dari total 3.306 orang, terdapat sekitar 500 jamaah lanjut usia (lansia). Menariknya, tercatat ada jamaah tertua yang telah menyentuh usia satu abad atau 100 tahun asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kondisi fisik jamaah lansia menjadi prioritas petugas di lapangan. Pendampingan ekstra di siapkan agar seluruh proses, mulai dari asrama haji Jambi, transit di Embarkasi Batam, hingga mendarat di Mekkah, tetap aman bagi para tamu Allah tersebut. ***






