Pemerintah Targetkan Separuh Proyek Energi Sampah Rampung 2027, Gunakan Teknologi Pirolisis dan PSEL

Dua Strategi Baru Ubah Tumpukan Sampah Menjadi Listrik dan BBM

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir (Foto: insight.kontan)

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir (Foto: insight.kontan)

Berito.id – Gunungan limbah di berbagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini tidak lagi sekadar menjadi persoalan lingkungan yang terbengkalai. Pemerintah mulai menggeser paradigma tersebut dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi baru terbarukan. Melalui keterlibatan Danantara dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, eksekusi teknologi pengolahan limbah ini akan di bagi menjadi dua jalur berbeda.

Langkah taktis ini memisahkan penanganan antara pasokan limbah baru dan tumpukan limbah lama yang telah mengendap bertahun-tahun. Karakteristik yang berbeda dari kedua jenis sumbatan ekologis tersebut memerlukan penanganan yang spesifik agar konversi energi berjalan optimal.

Memisahkan Limbah Baru dan Tumpukan Lama

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa pasokan limbah harian atau limbah baru akan di arahkan menuju fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Skema waste to energy ini di rancang untuk memutus rantai penumpukan baru di wilayah perkotaan.

Di sisi lain, tumpukan limbah lama yang telah menggunung di berbagai daerah memerlukan pendekatan yang berbeda. Pemerintah memprioritaskan wilayah dengan volume sumbatan masif seperti Jakarta, Bandung, dan Bali untuk penerapan teknologi khusus ini.

“Pendekatan ini disiapkan karena karakteristik sampah lama dan sampah baru berbeda. Metode pengolahannya pun tidak bisa di samakan,” ujar Pandu Sjahrir di Kemenko Bidang Pangan, Selasa (19/5/2026).

Detail mengenai regulasi dan mekanisme operasional untuk jalur pasokan baru ini akan di umumkan secara resmi oleh pemerintah pada Jumat mendatang.

Baca Juga :  China Geser Jepang Jadi Kreditur Terbesar Kedua Dunia, Jerman Kokoh di Puncak

Tekan Volume TPA, Pirolisis Jadi Solusi BBM

Akselerasi pembersihan area TPA kritis seperti Bantar Gebang di lakukan dengan mengadopsi teknologi pirolisis. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa metode ini efektif untuk mengubah endapan limbah menahun menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan.

Kebijakan ini memperluas portofolio pengelolaan pasca-penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Jika sebelumnya fokus utama bertumpu pada insinerator penghasil listrik, kini orientasi beralih pada kemandirian energi berbasis BBM daur ulang. Tumpukan setinggi gedung belasan lantai di berbagai TPA akan menjadi bahan baku utama program ini.

Baca Juga :  Intip Aturan Pajak Emas Terbaru: Strategi Amankan Profit dari Potongan PPh
Kategori Limbah Teknologi Pengolahan Output Energi Wilayah Fokus
Pasokan Baru PSEL / Waste to Energy Energi Listrik Area Perkotaan
Endapan Lama Pirolisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Jakarta, Bandung, Bali

Target Operasional dan Kolaborasi Lintas Sektor

Proyek strategis ini mengintegrasikan peran berbagai instansi mutakhir. Pemerintah melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, BRIN, TNI Angkatan Darat, hingga PT Pindad untuk membangun infrastruktur dari skala rumah tangga hingga kawasan industri global.

Pemerintah menetapkan linimasa yang ketat untuk mengukur keberhasilan program ini. Separuh dari total proyek di targetkan beroperasi penuh pada 2027, dan seluruh rangkaian fase kerja wajib selesai pada 2028.

Masyarakat dapat mengharapkan penurunan volume timbunan lingkungan di area pemukiman secara bertahap dalam dua tahun ke depan. Transformasi ini juga membuka peluang pasokan energi alternatif yang lebih bersih bagi sektor domestik.

“Persoalan sampah itu utang kita semua, masyarakat, pemerintah, termasuk media,” kata Zulkifli Hasan menanggapi urgensi komitmen kolektif tersebut. (Nd/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Berita Terbaru