Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak

Isolasi sosial dapat memicu penurunan fungsi otak dan meningkatkan risiko demensia.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak
(Foto: ilustrasi/AI)

Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak (Foto: ilustrasi/AI)

Berito.id – Kesepian selama ini identik dengan masalah emosional. Namun, para ahli menegaskan bahwa dampaknya jauh melampaui kesehatan mental. Perasaan terisolasi dalam waktu lama juga dapat mengganggu kesehatan otak dan menurunkan kemampuan kognitif seseorang. Kesepian meningkatkan risiko demensia dan berpotensi melemahkan daya ingat, kemampuan mengambil keputusan, hingga fungsi berpikir. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan neurologis.

Interaksi Sosial Menjaga Fungsi Otak

Dr. Kunal Bahrani, Chairman sekaligus Group Director Neurology di Yatharth Hospitals, menjelaskan bahwa hubungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Aktivitas berinteraksi dengan orang lain mampu merangsang fungsi kognitif, membantu mengatur emosi, serta menjaga respons tubuh terhadap stres tetap seimbang. Menurutnya, seseorang yang terus merasa kesepian akan mengalami peningkatan hormon stres, terutama kortisol. Kondisi tersebut membuat otak terus berada dalam keadaan siaga sehingga memengaruhi kesehatan neurologis dalam jangka panjang.

Kesepian Mengurangi Stimulasi Mental

Berbagai studi menemukan bahwa kesepian kronis meningkatkan risiko demensia dapat mengubah bagian otak yang mengatur emosi, proses belajar, dan pengambilan keputusan. Minimnya interaksi sosial juga mengurangi stimulasi mental yang di butuhkan otak agar tetap fleksibel dan sehat seiring bertambahnya usia. Bahrani mengatakan percakapan, pengalaman bersama, dan hubungan antarmanusia secara aktif merangsang berbagai jaringan saraf di otak. Ketika interaksi itu berkurang, kemampuan kognitif pun ikut menurun karena otak menerima stimulasi yang lebih sedikit.

Baca Juga :  Koper Jemaah Haji Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Minta Maaf

Selain itu, kesepian juga memicu perubahan gaya hidup yang kurang sehat. Orang yang merasa terisolasi lebih rentan mengalami gangguan tidur, jarang berolahraga, memiliki pola makan yang buruk, hingga bergantung pada zat tertentu.

Risiko Demensia Semakin Besar

Dr. Sreenivas UM, ahli saraf dari Apollo Speciality Hospitals, menilai kesepian kini semakin sering terjadi di era digital. Ia menyebut kondisi tersebut telah di akui sebagai salah satu faktor risiko independen terhadap demensia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kesepian mampu memicu perubahan struktur otak, terutama pada bagian yang mengendalikan memori, penalaran, kemampuan berpikir, dan pengambilan keputusan.

Risiko itu menjadi lebih besar pada penderita stroke, epilepsi, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, maupun demensia. Isolasi sosial dapat memperparah gejala, memperlambat proses pemulihan, serta meningkatkan kemungkinan kekambuhan meski pasien tetap menjalani pengobatan.

Kesepian Dapat Memicu Nyeri Fisik

Penelitian ilmiah juga mengungkap bahwa kesepian mengaktifkan area otak yang sama seperti saat seseorang merasakan nyeri fisik. Temuan tersebut menjelaskan mengapa rasa sakit akibat kehilangan atau patah hati sering terasa nyata secara fisik. Dalam jangka panjang, kesepian turut menurunkan aktivitas jalur penghargaan (reward pathways) di otak. Akibatnya, seseorang merasa interaksi sosial tidak lagi menyenangkan sehingga semakin menarik diri dari lingkungan. Siklus tersebut membuat isolasi sosial semakin parah dan memperburuk kesehatan otak.

Baca Juga :  Kode Redeem Ragnarok Origin Classic (ROOC) Mei 2026, Klaim Item Gratis Tanpa Gacha!

Dampaknya Masih Bisa Di cegah

Meski memiliki dampak serius, kesepian bukan kondisi yang tidak dapat di atasi. Para ahli menyarankan masyarakat membangun hubungan sosial yang berkualitas, mengikuti kegiatan komunitas, menekuni hobi baru, rutin berolahraga, serta terus mempelajari hal-hal baru untuk menjaga fungsi kognitif. Mereka juga menekankan bahwa kualitas hubungan jauh lebih penting di bandingkan jumlah teman. Memiliki beberapa hubungan yang erat dan bermakna sudah cukup membantu melindungi kesehatan otak. Karena itu, mengenali tanda-tanda kesepian sejak dini menjadi langkah penting. Upaya tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus mengurangi risiko penurunan fungsi otak di masa depan.

(A/*)

Berita Terkait

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri
Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah
Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari
Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI
Ciri Ciri Serangan Jantung Saat Tidur & Cara Mencegahnya
Lowongan PATT BPJS Kesehatan 2026 Tahap 2 Dibuka!
Tren Program Wellness Kian Populer di Era Modern
Rahasia Awet Muda Diah Permatasari
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kesepian Tingkatkan Risiko Demensia Dan Gangguan Kesehatan Otak

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:15 WIB

Bahaya Tersembunyi Pubertas Dini pada Remaja Putri

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:05 WIB

Kementan Ungkap Konsumsi Susu Warga RI Masih Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:05 WIB

Waspada, Ini 7 Risiko Minum Teh pada Malam Hari

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:02 WIB

Berapa Bulan Sekali Boleh Donor Darah? Ini Panduan PMI

Berita Terbaru

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia(Foto: AI)

Otomotif

Mitsubishi Xforce Hybrid Segera Meluncur di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 21:00 WIB

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN(Foto: AI)

Teknologi

Indonesia Cetak 9 Juta Gambar AI per Hari, Tertinggi di ASEAN

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026
(Foto: AI)

Gadget

Rekomendasi 7 HP Gaming Rp1 Jutaan Terbaik 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 17:00 WIB

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton
(Foto: AI)

Showbiz

Film Horor Jepang Terbaru 2026, Ini 7 yang Wajib Ditonton

Rabu, 15 Jul 2026 - 15:00 WIB

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
(Foto: AI)

Internasional

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:00 WIB