KDMP Dinilai Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Pengamat ekonomi menilai KDMP dapat memperkuat ekosistem usaha desa melalui kolaborasi, tata kelola yang baik, dan transformasi digital

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KDMP Dinilai Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa
(Foto: Arsip Promedia
/koran-gala)

KDMP Dinilai Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa (Foto: Arsip Promedia /koran-gala)

Berito.id – Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki peluang besar untuk memperkuat perekonomian di wilayah pedesaan. Program tersebut di nilai dapat membuka ruang kolaborasi baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan dan pengembangan ekosistem bisnis.

Dalam keterangannya kepada media, pada Sabtu, 20 Juni 2026, Acuviarta menyebut kebijakan tersebut memiliki konsep yang baik. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya, kondisi wilayah, dan perencanaan yang matang. “Program ini memiliki potensi besar, tetapi implementasinya harus di sesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah,” ujarnya.

Penyesuaian dengan Potensi dan Karakter Desa

Acuviarta menegaskan setiap koperasi perlu menyusun model bisnis yang sesuai dengan kondisi geografis dan potensi ekonomi setempat. Langkah itu penting agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, pengelola koperasi harus mempertimbangkan sumber daya alam, kondisi iklim, hingga karakter sosial masyarakat desa sebelum menjalankan kegiatan usaha. Dengan pendekatan yang tepat, koperasi dapat menjadi wadah penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Baca Juga :  Jangan Pernah Telepon Balik! Modus 'Call Hening' Incar Nomor Aktif untuk Bobol Data

Bukan Pesaing Usaha Lokal

Ia juga menepis anggapan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menggeser atau menghambat usaha yang telah lebih dulu berkembang di desa. Sebaliknya, program tersebut di rancang untuk memperkuat sinergi antar lembaga ekonomi yang sudah ada.

Acuviarta menilai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi nelayan, dan berbagai lembaga ekonomi lainnya dapat tumbuh bersama dengan KDMP tanpa harus saling bersaing. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga justru akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan produktif bagi masyarakat.

Tata Kelola Transparan Jadi Kunci

Selain sinergi, Acuviarta menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan koperasi dan penggunaan anggaran. Transparansi di nilai menjadi aspek krusial karena program ini melibatkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari dana negara, dana desa, hingga pembiayaan dari sektor perbankan.

Baca Juga :  Viral Wanita Thailand Gelar Pernikahan dengan 2 Pria Bule, Maharnya Tembus 2 Juta Baht

Ia mengingatkan para pengurus koperasi agar mengelola dana tersebut secara bertanggung jawab karena sumber pembiayaannya berasal dari masyarakat. Pengawasan yang terbuka dan akuntabel di yakini dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Digitalisasi Perlu Di perkuat

Acuviarta juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu koperasi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas akses pasar.

Digitalisasi juga berpotensi memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan sehingga pengelolaan koperasi menjadi lebih transparan. Selain itu, teknologi membuka peluang bagi produk-produk desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Ia berharap penerapan teknologi digital dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mempercepat pertumbuhan dan daya saing koperasi desa di masa mendatang.

(A/*)

Berita Terkait

Kapolri Jelaskan Alasan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Erick Thohir Bertemu Prabowo di Hambalang, Bahas Penguatan Olahraga Nasional
Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi
Keterlibatan Glory Harimas Di Kasus Korupsi MBG, Terungkap
Menhaj Serahkan Laporan Haji 2026 kepada Presiden Prabowo.
Gibran Tegaskan Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP
Anggaran Kemenkeu 2027 Tembus Rp49,8 Triliun
DPR Desak Kemenpora Susun Roadmap Olahraga Nasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Kapolri Jelaskan Alasan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:00 WIB

KDMP Dinilai Mampu Percepat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Erick Thohir Bertemu Prabowo di Hambalang, Bahas Penguatan Olahraga Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:00 WIB

Polda Metro Jaya Tangkap Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:00 WIB

Keterlibatan Glory Harimas Di Kasus Korupsi MBG, Terungkap

Berita Terbaru

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel
(Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo
/cnbc)

Lifestyle

Instagram Tambah Fitur Caption Berbeda di Carousel

Minggu, 21 Jun 2026 - 16:10 WIB

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah
(Foto: Getty Images
/iStockphoto/detik)

Lifestyle

Hujan Juni Masih Berlangsung di Indonesia, Tapi Mulai Melemah

Minggu, 21 Jun 2026 - 15:00 WIB

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO
(Foto: bloombergtechnoz)

Finansial

Saham SpaceX Anjlok 6 Persen Usai Euforia IPO

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:00 WIB

Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM
(Foto: agrofarm)

Lifestyle

Biodiesel B50 Lebih Kering dari B40, Uji Coba ESDM

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:00 WIB