Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak: Dari Melawi Menuju Kubu Raya Berakhir di Hutan Sekadau

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 09:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak (Foto: AI)

Ilustrasi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak (Foto: AI)

Berito.id – Sebuah helikopter berjenis Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di laporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026). Pesawat nahas yang membawa jajaran petinggi PT KPN tersebut lenyap dari radar hanya satu jam setelah lepas landas.

Kejadian ini memicu operasi SAR besar-besaran di tengah kondisi geografis Kalimantan yang menantang. Tim gabungan kini berfokus pada titik koordinat terakhir yang terdeteksi di wilayah terpencil.

Detik-detik Hilangnya Helikopter PK-CFX

Perjalanan di mulai secara normal ketika helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, tepat pukul 07.34 WIB. Sesuai rencana penerbangan, helikopter seharusnya mendarat di helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya.

Namun, ketegangan mulai muncul saat jarum jam menunjukkan pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut berhenti mengirimkan sinyal posisi. Data terakhir menunjukkan keberadaan armada ini berada di sekitar wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Baca Juga :  Hantavirus Hantui Kapal Pesiar, Pakar UNAIR Bedah Risiko dan Cara Pencegahannya

Daftar Manifes: 8 Orang dalam Penerbangan

Berdasarkan data resmi dari Polres Sekadau, helikopter tersebut mengangkut delapan orang, termasuk kru dan penumpang yang merupakan tokoh penting perusahaan. Berikut rinciannya:

  • Pilot: Capt Marindra W

  • Co-pilot: Harun Arasyd

  • Penumpang: Patrick K. (CEO), Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa tim terbaik sudah di terjunkan ke lapangan. “Tim sudah bergerak,” ujarnya tegas di Jakarta. Personel dari Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang kini berkolaborasi dengan TNI/Polri serta relawan lokal untuk mempercepat proses pencarian.

Tantangan Medan Berat di Perbatasan Nanga Taman

Dugaan titik koordinat hilangnya kontak berada di kawasan yang cukup sulit di jangkau. Kepala Desa Inggis, Sunardi, menyebut wilayah perbatasan Nanga Taman, Meliau, dan Kapuas sebagai zona pencarian utama.

“Saya sudah di hubungi BPBD Sanggau, informasinya berdasarkan titik koordinatnya hilang kontak di antara perbatasan Nanga Taman, Meliau dan Kapuas,” kata Sunardi.

Baca Juga :  Program MBG Dievaluasi, Pemerintah Bidik Rampung Sebulan

Kawasan tersebut memiliki karakteristik hutan lebat dengan kontur alam yang curam. Minimnya jaringan telekomunikasi serta tidak adanya laporan distress call (sinyal darurat) dari pilot membuat tim harus ekstra kerja keras dalam melakukan penyisiran darat maupun udara.

Penting Diketahui: Apa Itu Sinyal ELT?

Setiap pesawat dan helikopter di lengkapi dengan Emergency Locator Transmitter (ELT). Dalam kondisi benturan keras, ELT seharusnya memancarkan sinyal radio frekuensi 406 MHz yang di tangkap satelit Cospas-Sarsat. Jika sinyal ini tidak terdeteksi, ada beberapa kemungkinan: perangkat rusak akibat benturan, posisi antena terhalang vegetasi lebat, atau helikopter melakukan pendaratan darurat di area tanpa cakupan sinyal.

Hingga saat ini, pihak otoritas penerbangan dan Basarnas masih terus melakukan verifikasi data lapangan. Keluarga korban dan pihak perusahaan kini menunggu dengan cemas hasil operasi kemanusiaan ini. (Nd)

Berita Terkait

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo
Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September
Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran
H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG
Beasiswa BPDDI 2026 untuk Dosen Resmi Dibuka
Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar di Lampung, Ribuan Warga Terima Berbagai Bantuan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

“Tentara Kami Mengagumi Anda”, PM Thailand Anugerahkan Medali Kehormatan kepada Prabowo

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove, IKN Siap Jadi Model Pemulihan Pesisir Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:00 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026 Capai Puncaknya pada Agustus dan September

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:00 WIB

Pemerintah Percepat Sinkronisasi Data Bansos, Portal Perlinsos Digital Bikin Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:00 WIB

H. A Bakri Meninggal Dunia, Anggota DPR RI Fraksi PAN Empat Periode Tutup Usia

Berita Terbaru