Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah (Foto: AI)

Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah (Foto: AI)

Berito.id – Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST016 mulai 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Instrumen investasi berbasis syariah ini hadir dengan dua pilihan durasi investasi: ST016T2 (tenor 2 tahun) dan ST016T4 (tenor 4 tahun). Karakteristik utama produk ini adalah skema imbal hasil mengambang dengan batas minimal (floating with floor).

Kementerian Keuangan mematok imbal hasil minimal sebesar 6,05% per tahun untuk ST016T2. Bagi investor yang mengejar imbal hasil lebih tinggi, ST016T4 menawarkan kupon minimal 6,25% per tahun. Skema floating with floor memastikan besaran kupon akan naik jika suku bunga BI Rate meningkat, namun tidak akan turun melampaui batas minimal tersebut meski tren suku bunga sedang melandai.

Akses investasi ini sangat terjangkau dengan minimal pemesanan Rp1 juta. Batas maksimal pembelian di tetapkan sebesar Rp5 miliar untuk tenor 2 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 4 tahun. Pembayaran kupon perdana akan di transfer langsung ke rekening investor pada 10 Juli 2026.

Baca Juga :  Strategi SEO Shopee Terbaru 2026, Cara Jitu Produk Muncul di Halaman Depan Tanpa Iklan

Perbandingan Passive Income, Investasi Rp10 Juta hingga Rp1 Miliar

Berikut adalah proyeksi pendapatan bersih bulanan setelah dipotong pajak sebesar 10%:

Nilai Investasi Netto Per Bulan (ST016T2 – 6,05%) Netto Per Bulan (ST016T4 – 6,25%)
Rp10.000.000 Rp45.375 Rp46.875
Rp100.000.000 Rp453.750 Rp468.750
Rp500.000.000 Rp2.268.750 Rp2.343.750
Rp1.000.000.000 Rp4.537.500 Rp4.687.500

Jika dana Rp100 juta di simpan hingga jatuh tempo tanpa ada kenaikan suku bunga acuan, total keuntungan bersih yang di kantongi mencapai sekitar Rp10,89 juta untuk tenor 2 tahun dan Rp22,5 juta untuk tenor 4 tahun.

Mengapa ST016 Lebih Unggul dari Deposito?

ST016 memiliki daya tarik kuat pada aspek efisiensi pajak. Pajak imbal hasil SBN ritel hanya 10%, jauh lebih rendah di bandingkan pajak deposito perbankan yang mencapai 20%. Keamanan modal terjamin 100% oleh Undang-Undang, menjadikannya pilihan aman di tengah fluktuasi pasar global.

Baca Juga :  Strategi Mengatur Keuangan Anak Muda untuk Mencapai Financial Freedom

Khusus untuk seri ST016T4, instrumen ini menyandang status Green Sukuk Ritel. Dana yang terhimpun di alokasikan khusus untuk membiayai proyek ramah lingkungan. Artinya, investor tidak hanya mengincar profit, tetapi juga berkontribusi langsung pada pelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Langkah Strategis bagi Investor

  1. Pilih Tenor Sesuai Tujuan: Gunakan ST016T2 untuk rencana keuangan jangka menengah (seperti dana pendidikan anak) dan ST016T4 untuk memaksimalkan passive income jangka panjang.

  2. Manfaatkan Momentum: Kupon minimal 6,05% – 6,25% saat ini tergolong kompetitif dibanding instrumen konservatif lainnya.

  3. Registrasi Dini: Pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi mitra distribusi (bank atau sekuritas) secara online sebelum kuota nasional terpenuhi.

(Nd/*)

Berita Terkait

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Danantara Borong Saham GOTO, Manajemen Ungkap Detail Kepemilikannya
Nvidia Amankan Rantai Pasok Fisik, Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Serat Optik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:40 WIB

IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang

Senin, 11 Mei 2026 - 22:15 WIB

IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip

Berita Terbaru