Berito.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam bayang-bayang tekanan jelang pengumuman evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setelah menutup perdagangan kemarin dengan koreksi 0,92 persen ke level 6.905,62, pergerakan indeks hari ini cenderung menguji ketahanan fundamental pasar domestik.
Data teknikal dari Phintraco Sekuritas menunjukkan histogram negatif MACD yang kian melebar. Kondisi ini di perburuk oleh munculnya Death Cross pada Stochastic RSI di area pivot. IHSG di prediksi akan bergerak fluktuatif dengan target pelemahan menuju level penyangga (support) di rentang 6.750 hingga 6.850.
Sorotan utama pasar tertuju pada potensi di depaknya dua emiten besar dari indeks MSCI, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kedua saham ini masuk dalam radar evaluasi laporan MSCI edisi Mei 2026, yang memicu aksi antisipasi oleh para pengelola dana global.
Sentimen Royalti dan Tekanan Kurs
Sentimen negatif kian menumpuk seiring kepastian kenaikan tarif royalti perusahaan tambang yang mulai berlaku Juni 2026. Kepastian regulasi melalui Peraturan Presiden (Perpres) ini menjadi beban tambahan bagi sektor energi. Di saat bersamaan, nilai tukar Rupiah yang menembus level psikologis Rp17.400 per USD mempersempit ruang gerak investor untuk melakukan akumulasi beli.
Meski demikian, ada titik cerah dari sisi konsumsi domestik. Data penjualan ritel Maret 2026 di perkirakan tumbuh 6,8 persen secara tahunan (year-on-year), yang di harapkan mampu meredam kejatuhan indeks lebih dalam.
Strategi Investasi: Saham Pilihan
MNC Sekuritas memberikan perspektif bahwa IHSG saat ini berada pada fase wave [v] dari wave A dalam skenario gelombang kedua. Dalam kondisi terburuk, indeks berisiko meluncur ke area 6.645-6.838. Jika terjadi pembalikan arah (rebound), penguatan akan tertahan pada resistansi 6.972-7.012.
Bagi investor yang ingin menjaga portofolio tetap defensif namun responsif, berikut adalah daftar saham yang layak di pantau menurut para analis:
-
Pilihan Phintraco Sekuritas: ASII, RMKE, GJTL, INTP, dan LSIP.
-
Pilihan MNC Sekuritas: ANTM, KLBF, MDKA, dan PTRO.
Langkah Praktis bagi Investor
Menghadapi volatilitas tinggi ini, sangat di sarankan untuk melakukan di versifikasi pada sektor yang tidak terdampak langsung oleh aturan royalti tambang. Manfaatkan momentum koreksi pada saham-saham berfundamental kuat (blue chip) yang memiliki eksposur rendah terhadap utang luar negeri untuk meminimalisir risiko selisih kurs. (Tim)






