Berito.id – Pasar saham Amerika Serikat kehilangan arah pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026). Indeks Dow Jones terjerembap 280,12 poin atau 0,57 persen ke level 48.861,81. Ini menjadi rapor merah kelima secara berturut-turut bagi indeks blue chip tersebut.
Kelesuan ini di picu oleh dua faktor utama: blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran yang melambungkan harga komoditas energi, serta keputusan bank sentral AS yang memilih bermain aman.
Minyak Mentah ‘Terbakar’ Blokade
Eskalasi di Timur Tengah memanas setelah Presiden Donald Trump memerintahkan kesiapan blokade laut berkepanjangan terhadap Iran. Laporan internal menyebutkan Trump menolak mentah-mentah proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.
Dampaknya instan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak drastis 7,17 persen ke angka USD 107,16 per barel. Setali tiga uang, minyak Brent internasional ikut meroket 6,78 persen menjadi USD 118,80 per barel.
Pecahnya Suara di Internal The Fed
Di Washington, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Namun, ada dinamika tak biasa di balik meja rapat. Pemungutan suara berakhir 8-4, mencatatkan perbedaan pendapat terbesar sejak Oktober 1992.
“Harga minyak yang tinggi akan mendorong inflasi secara keseluruhan dalam jangka pendek,” tegas Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers terakhirnya sebelum masa jabatannya berakhir Mei mendatang.
Posisi Powell kemungkinan besar di gantikan oleh Kevin Warsh, sosok yang di nominasikan Trump. Ketidakpastian transisi kepemimpinan ini membuat pasar skeptis terhadap peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Pertaruhan Nasib Raksasa Teknologi
Meski pasar umum tertekan, indeks Nasdaq berhasil merayap naik tipis 0,04 persen. Investor kini menahan napas menanti laporan keuangan empat anggota “Magnificent Seven”: Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft.
Pasar menuntut bukti nyata. Investasi gila-gilaan pada kecerdasan buatan (AI) harus segera membuahkan laba untuk membenarkan tingginya nilai kapitalisasi mereka.
“Fokus pasar sepenuhnya tertuju pada panduan ke depan. Memberikan hasil nyata dari peningkatan belanja modal tetap menjadi ujian penting,” ungkap Chris Brigati, Kepala Investasi di SWBC.
Sektor teknologi sebenarnya menunjukkan sinyal beragam. Di satu sisi, ada kekhawatiran usai OpenAI dilaporkan gagal mencapai target pendapatan. Namun di sisi lain, Seagate Technology dan NXP Semiconductors justru terbang masing-masing 11 persen dan 25 persen setelah mencatatkan kinerja di atas ekspektasi pasar. ***






