Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak (Foto: Ai)

Wall Street Bervariasi Usai The Fed Tahan Suku Bunga dan Harga Minyak Melonjak (Foto: Ai)

Berito.id – Pasar saham Amerika Serikat kehilangan arah pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026). Indeks Dow Jones terjerembap 280,12 poin atau 0,57 persen ke level 48.861,81. Ini menjadi rapor merah kelima secara berturut-turut bagi indeks blue chip tersebut.

Kelesuan ini di picu oleh dua faktor utama: blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran yang melambungkan harga komoditas energi, serta keputusan bank sentral AS yang memilih bermain aman.

Minyak Mentah ‘Terbakar’ Blokade

Eskalasi di Timur Tengah memanas setelah Presiden Donald Trump memerintahkan kesiapan blokade laut berkepanjangan terhadap Iran. Laporan internal menyebutkan Trump menolak mentah-mentah proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dampaknya instan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak drastis 7,17 persen ke angka USD 107,16 per barel. Setali tiga uang, minyak Brent internasional ikut meroket 6,78 persen menjadi USD 118,80 per barel.

Baca Juga :  Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Pecahnya Suara di Internal The Fed

Di Washington, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Namun, ada dinamika tak biasa di balik meja rapat. Pemungutan suara berakhir 8-4, mencatatkan perbedaan pendapat terbesar sejak Oktober 1992.

“Harga minyak yang tinggi akan mendorong inflasi secara keseluruhan dalam jangka pendek,” tegas Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers terakhirnya sebelum masa jabatannya berakhir Mei mendatang.

Posisi Powell kemungkinan besar di gantikan oleh Kevin Warsh, sosok yang di nominasikan Trump. Ketidakpastian transisi kepemimpinan ini membuat pasar skeptis terhadap peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Pertaruhan Nasib Raksasa Teknologi

Baca Juga :  Selat Hormuz Dibuka, Dua Kapal Tanker Pertamina Siapkan Rencana Pelayaran

Meski pasar umum tertekan, indeks Nasdaq berhasil merayap naik tipis 0,04 persen. Investor kini menahan napas menanti laporan keuangan empat anggota “Magnificent Seven”: Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft.

Pasar menuntut bukti nyata. Investasi gila-gilaan pada kecerdasan buatan (AI) harus segera membuahkan laba untuk membenarkan tingginya nilai kapitalisasi mereka.

“Fokus pasar sepenuhnya tertuju pada panduan ke depan. Memberikan hasil nyata dari peningkatan belanja modal tetap menjadi ujian penting,” ungkap Chris Brigati, Kepala Investasi di SWBC.

Sektor teknologi sebenarnya menunjukkan sinyal beragam. Di satu sisi, ada kekhawatiran usai OpenAI dilaporkan gagal mencapai target pendapatan. Namun di sisi lain, Seagate Technology dan NXP Semiconductors justru terbang masing-masing 11 persen dan 25 persen setelah mencatatkan kinerja di atas ekspektasi pasar. ***

Berita Terkait

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha
Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim
Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram
Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama
OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda
OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:07 WIB

Tren Bunga Kredit Perbankan Menurun, Momentum Tepat Genjot Pembiayaan Usaha

Senin, 18 Mei 2026 - 11:04 WIB

Kami Rita Sherpa Taklukkan Everest ke-32 Kali, Rekor Dunia di Tengah Ancaman Iklim

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:08 WIB

Elon Musk Pertahankan Kepemilikan Saham Jelang IPO Raksasa SpaceX Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:02 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026, Stagnan di Rp2,839 Juta per Gram

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

Jadwal Libur Bursa Efek Indonesia 15 Mei 2026, Strategi Menghadapi Cuti Bersama

Berita Terbaru