Krisis Kemanusiaan Gaza: Anak-Anak Bertahan Hidup di Tengah Suhu di Bawah 10 Derajat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Saat anak-anak mengantre untuk menerima makanan di Rafahm Gaza. (Foto: AFP/medcom)

Saat anak-anak mengantre untuk menerima makanan di Rafahm Gaza. (Foto: AFP/medcom)

Berito.id – Di tengah dentuman yang belum sepenuhnya reda, jutaan warga Gaza kini harus menghadapi musuh baru yang tak kasat mata: suhu dingin yang menusuk tulang. Bagi anak-anak yang tinggal di tenda-tenda darurat, musim dingin tahun ini bukan lagi soal hujan yang membawa berkah, melainkan perjuangan hidup dan mati.

Tanpa penghangat ruangan, pakaian tebal yang memadai, hingga nutrisi yang cukup, tubuh-tubuh mungil itu di paksa bertahan di bawah guyuran hujan badai yang merendam kamp-kamp pengungsian.

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang menyayat hati. Ribuan keluarga yang kehilangan rumah akibat konflik kini hanya berlindung di balik lembaran plastik tipis. Saat hujan deras mengguyur, lantai tenda yang hanya berupa tanah berubah menjadi kubangan lumpur dingin.

Laporan dari berbagai lembaga kemanusiaan menyebutkan bahwa banyak anak yang mulai terserang penyakit pernapasan akut dan hipotermia. Minimnya akses air bersih memperparah keadaan, membuat anak-anak rentan terkena infeksi kulit dan diare di tengah suhu ekstrem.

Baca Juga :  5 Drama China Romantis Netflix Paling Bikin Baper, Visual Menawan Alur Nagih

Penderitaan ini bukan sekadar angka statistik. Mengutip laporan lapangan, salah satu warga yang mengungsi, Umm Mohammed, menceritakan betapa sulitnya menjaga anak-anaknya tetap kering.

“Setiap kali hujan turun, kami tidak bisa tidur. Kami hanya duduk berpelukan agar bisa berbagi suhu tubuh. Anak-anak saya menggigil sepanjang malam, dan saya tidak punya apa-apa untuk menyelimuti mereka selain pakaian basah ini,” ungkapnya dengan nada getir.

Ketidakpastian ini di perparah dengan blokade bantuan yang membuat distribusi selimut dan bahan bakar untuk memasak menjadi sangat terbatas.

Secara medis, paparan suhu dingin yang terus-menerus tanpa asupan kalori yang cukup sangat berbahaya bagi balita. Tubuh mereka kehilangan panas lebih cepat daripada orang dewasa. Tanpa adanya intervensi medis yang memadai karena rusaknya fasilitas kesehatan di Gaza, penyakit ringan bisa berubah menjadi fatal dalam hitungan hari.

Baca Juga :  Megah! China Operasikan Stasiun Kereta Terbesar Dunia Seluas 170 Lapangan Bola

Bantuan internasional yang masuk saat ini masih jauh dari kata cukup. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi:

  • Pakaian musim dingin dan sepatu boot untuk anak-anak.

  • Tenda tahan air (waterproof) dan alas tidur yang layak.

  • Makanan tinggi kalori untuk membantu metabolisme tubuh menjaga suhu internal.

Bagaimana Dunia Merespons?

Meski tekanan internasional terus meningkat agar bantuan kemanusiaan dibuka secara penuh, kenyataan di lapangan tetap sulit. Musim dingin di Gaza menjadi pengingat keras bahwa selain perlindungan dari serangan fisik, perlindungan dari alam juga menjadi hak dasar yang saat ini terenggut dari anak-anak Palestina. (Nd)

Berita Terkait

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia
PM India Narendra Modi Temui Prabowo di Jakarta
Eddy Soeparno Ajak Bloomberg NEF Promosikan EBT Indonesia
Kerja Sama AS-Indonesia Perkuat Industri Susu Nasional
Tarif Visa Jepang 2026 Resmi Naik hingga Rp1,6 Juta
Putin Sambut Menlu RI Sugiono di KTT ASEAN–Rusia di Kazan
AIIB Siapkan Dana US$17 Miliar untuk Indonesia hingga 2029
Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, Unik dan Penuh Makna
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:00 WIB

Tencent Cloud Luncurkan Solusi Agen AI di Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:00 WIB

PM India Narendra Modi Temui Prabowo di Jakarta

Senin, 29 Juni 2026 - 13:00 WIB

Eddy Soeparno Ajak Bloomberg NEF Promosikan EBT Indonesia

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:05 WIB

Kerja Sama AS-Indonesia Perkuat Industri Susu Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 13:05 WIB

Tarif Visa Jepang 2026 Resmi Naik hingga Rp1,6 Juta

Berita Terbaru

StepX Neo Jadi Smartphone AI Pertama di Dunia
(Foto: AI)

Gadget

StepX Neo Jadi Smartphone AI Pertama di Dunia

Kamis, 16 Jul 2026 - 15:00 WIB

5 Drama China Baru Paruh Kedua 2026 yang Wajib Di Tonton
(Foto: AI)

Showbiz

5 Drama China Baru Paruh Kedua 2026 yang Wajib Di Tonton

Kamis, 16 Jul 2026 - 11:00 WIB

BKN Minta Pemerintah Tambah Jumlah PNS
(Foto: AI)

Nasional

BKN Minta Pemerintah Tambah Jumlah PNS

Kamis, 16 Jul 2026 - 07:00 WIB