Waspadai 7 Perbedaan Emas dan Kuningan yang Sering Menipu Mata

Menghindari Jebakan Kuningan dalam Investasi Logam Mulia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waspadai 7 Perbedaan Emas dan Kuningan yang Sering Menipu Mata

Waspadai 7 Perbedaan Emas dan Kuningan yang Sering Menipu Mata

Berito.idInvestasi emas sering kali menjadi pilihan utama saat kondisi ekonomi tidak menentu. Karakternya yang stabil dan likuid menjadikannya instrumen pelindung nilai (safe haven) terbaik. Namun, popularitas emas batangan memicu munculnya praktik penipuan, salah satunya penggunaan kuningan yang secara visual sangat mirip dengan logam mulia.

Kuningan sendiri merupakan logam paduan tembaga dan seng. Tanpa ketelitian, investor pemula sering terkecoh oleh warna kuningnya. Berikut adalah parameter teknis yang harus Anda periksa secara mendalam sebelum melakukan transaksi:

Uji Fisik dan Markah Permukaan

Emas batangan asli selalu di lengkapi dengan cap kadar (karat) yang jelas, umumnya mencapai 24 karat untuk standar investasi. Sebaliknya, pada logam kuningan sering ditemukan ukiran halus bertuliskan “brass” atau merek tertentu yang tidak merujuk pada sertifikasi logam mulia. Tekstur emas asli cenderung lebih lunak jika di bandingkan dengan kuningan yang lebih keras dan kaku karena pengaruh unsur seng di dalamnya.

Perbedaan Kilau dan Reaksi Kimia

Warna emas memiliki pendar kuning yang konsisten dan berkilau tajam. Kuningan cenderung lebih kusam dan terkadang menunjukkan rona cokelat kemerahan atau kuning keperakan tergantung kadar tembaganya. Jika Anda memiliki cairan asam sulfat atau nitrat, teteskan sedikit pada permukaan logam. Emas asli bersifat inert artinya tidak akan bereaksi sama sekali. Kuningan justru akan menunjukkan reaksi kimia berupa gelembung-gelembung kecil di titik penetesan.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Program SPHP Beras Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Rasio Kepadatan dan Bobot Logam

Emas merupakan salah satu logam terpadat di bumi. Jika Anda membandingkan dua batang logam dengan dimensi yang sama, emas asli akan terasa jauh lebih berat di tangan. Kuningan memiliki massa jenis yang lebih rendah, sehingga akan terasa “kopong” atau ringan saat di timang. Pengujian lain dapat dilakukan dengan menggosokkan logam pada keramik kasar; emas asli meninggalkan jejak kuning emas, sementara kuningan meninggalkan goresan berwarna hitam atau abu-abu gelap.

Transparansi Harga dan Logika Pasar

Harga adalah indikator paling jujur. Emas memiliki harga acuan global yang di perbarui setiap saat. Jika seseorang menawarkan emas dengan harga yang jauh di bawah standar pasar tanpa alasan logis, besar kemungkinan itu adalah kuningan atau emas dengan kadar campuran yang sangat rendah.

Baca Juga :  Penurunan Limbah B3 MIND ID Susut 38 Persen Selama Dua Tahun

Mengapa Sertifikat Saja Tidak Cukup?

Dalam lanskap pasar saat ini, memiliki sertifikat seperti dari Antam atau UBS memang memberikan rasa aman. Namun, maraknya pemalsuan kemasan (certicard) menuntut investor untuk tetap melakukan pemeriksaan fisik secara mandiri. Pengetahuan tentang perbedaan teknis antara emas dan kuningan bukan sekadar cara menghindari penipuan, melainkan bagian dari mitigasi risiko dalam portofolio investasi Anda.

Tips Praktis bagi Investor Pemula

  1. Beli di Tempat Terakreditasi: Selalu utamakan membeli di butik emas resmi atau gerai pegadaian untuk menjamin legalitas barang.

  2. Gunakan Aplikasi Scan: Jika membeli emas dengan kemasan terbaru, gunakan aplikasi resmi (seperti CertiEye) untuk memverifikasi keaslian melalui barcode yang tertanam pada kemasan.

  3. Penyimpanan yang Tepat: Hindari menyimpan emas bersentuhan langsung dengan logam lain dalam jangka panjang guna menjaga kualitas permukaan dan memudahkan proses verifikasi saat dijual kembali.

(Nd/*)

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Kapabilitas SDM dan Budaya ESG, Strategi Jangka Panjang Hadapi Transisi Energi
MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia
Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026
Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya
OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger
Harga Emas Pekan Depan Masih Dibayangi Penguatan Dolar AS
Harga Minyak Dunia Sentuh US$100, Prabowo Minta Simulasi APBN
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:00 WIB

MyPertamina Tembus 31 Juta Pengguna, Pertamina Perkuat Ekosistem Energi Digital di GIIAS 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap, Ini Dampak Fluktuasi Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:00 WIB

Toyota Catat Kenaikan Ekspor Mobil 10,7 Persen di Semester I 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:00 WIB

Promo Emas Galeri 24 Pegadaian Diskon Rp13 Ribu per Gram, Simak Syarat dan Daftar Harganya

Senin, 27 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK: 200 BPR Masih Jalani Proses Merger

Berita Terbaru