Berito.id – Kawasan Mina mulai di padati jemaah haji dari berbagai penjuru dunia sejak Minggu malam hingga Senin (25/5). Pergerakan ini menandai dimulainya rangkaian ritual Hari Tarwiyah yang bertepatan dengan 8 Zulhijah. Para jemaah menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer dari Masjidil Haram untuk memantapkan persiapan spiritual mereka.
Mina, yang populer dengan julukan Kota Tenda, menjadi tempat singgah sementara. Di lokasi ini, umat muslim yang menunaikan rukun Islam kelima bakal bermalam sekaligus memperbanyak amalan sunah. Agenda utama mereka di isi dengan tadarus Al-Quran dan zikir.
Saluran televisi nasional Arab Saudi, Alekhbariya, melaporkan bahwa mobilisasi para tamu Allah ke perkemahan Mina berjalan tertib. Setiap kelompok terbang telah mengantongi jadwal keberangkatan masing-masing untuk mencegah penumpukan. Sektor-sektor terkait mengawal ketat seluruh proses pengangkutan menggunakan armada bus. Visual dari lokasi memperlihatkan rombongan jemaah pria yang telah mengenakan pakaian ihram putih mulai memasuki kawasan pemukiman tenda tersebut.
Bagi umat yang menjalaninya, Hari Tarwiyah berfungsi sebagai fase pengondisian batin. Fase ini krusial sebelum mereka menghadapi puncak haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah.
Strategi Berbeda Jemaah Indonesia
Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan khusus demi menjaga fisik ikhtiar jemaah. Mayoritas jemaah asal Indonesia melewatkan prosesi Tarwiyah di Mina. Kebijakan ini diambil agar kondisi tubuh mereka tetap prima saat menghadapi inti ibadah haji.
Catatan Penting untuk Keluarga Jemaah: Konsetrasi penuh di alihkan langsung ke Arafah. Sebagai delegasi dengan jumlah anggota terbesar, mobilisasi jemaah Indonesia di lakukan secara bergelombang.
Pemberangkatan menuju Padang Arafah yang berjarak 22 kilometer dari Masjidil Haram mulai berjalan pada Senin siang. Sistem sif ini di terapkan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas dan memastikan seluruh jemaah tiba di tenda Arafah tepat waktu sebelum waktu wukuf di mulai. Pembatasan aktivitas fisik sebelum wukuf sangat disarankan mengingat suhu udara dan kepadatan massa yang tinggi di lokasi. (Nd/*)






