BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia diarahkan untuk mengubah dana manfaat jaminan sosial menjadi modal usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan peserta secara berkelanjutan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta
(Foto:dok.BPJS
Ketenagakerjaan/idn)

BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta (Foto:dok.BPJS Ketenagakerjaan/idn)

Berito.id – BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Indonesia (BI) menjajaki kerja sama strategis untuk mendorong lahirnya wirausaha baru dari dana manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini bertujuan memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta melalui pemberdayaan ekonomi.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung saat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mengunjungi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat pada Selasa (2/6/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan literasi keuangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perluasan akses pembiayaan bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Fokus pada Pemberdayaan Peserta

Bambang menjelaskan bahwa dana manfaat dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), maupun Jaminan Kematian (JKM) memiliki potensi besar untuk dijadikan modal usaha.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram Hari Ini, Sabtu 18 April 2026

Menurutnya, banyak penerima manfaat yang membutuhkan pendampingan agar dana yang di terima tidak hanya di gunakan untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan. “Kolaborasi dengan Bank Indonesia di arahkan untuk memberikan pendampingan yang tepat sehingga dana manfaat dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mendukung kesejahteraan keluarga,” kata Bambang.

Pelatihan hingga Digitalisasi UMKM

Program yang tengah di siapkan mencakup pelatihan pengelolaan keuangan, kewirausahaan, pemasaran digital, serta pemanfaatan sistem pembayaran digital QRIS. Langkah tersebut sejalan dengan upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas manfaat perlindungan sosial melalui kerja sama lintas sektor yang memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Nilai Manfaat Terus Meningkat

Potensi program ini di nilai cukup besar, Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp24,3 triliun untuk sekitar 1,8 juta kasus. Sementara itu, sepanjang 2025 nilai manfaat yang di salurkan mencapai Rp68,13 triliun. Angka tersebut meningkat 19,28 persen di bandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Bocoran Samsung Galaxy S26 FE: Chipset 3nm Bikin Performa Melompat Jauh

BI Siap Dukung Pengembangan Usaha

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. BI siap memberikan pendampingan UMKM, pelatihan digitalisasi usaha, serta membantu membuka akses peserta ke lembaga pembiayaan formal. Menurut Doni, kerja sama ini dapat menjadi sarana transformasi bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk beralih menjadi pelaku usaha yang produktif.

Program ini di harapkan memberi peluang baru bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun ahli waris penerima manfaat agar memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

(Aat/*)

Berita Terkait

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026
IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Tetap, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun
Aturan DHE SDA Berlaku 1 Juni, Eksportir Wajib Parkir Dana di Himbara
Diplomasi Ekonomi Indonesia–Prancis Dinilai Strategis Hadapi Tantangan Global
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan usai BI Rate Naik Jadi 5,35 Persen
BTN Lelang 10.000 Rumah Bekas, Harga 40 Persen Lebih Murah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Rupiah Anjlok Rp18.000/Dolar AS, Terparah dalam Sejarah

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:03 WIB

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:05 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:07 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Wirausaha Baru dari Dana Manfaat Peserta

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Tetap, Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun

Berita Terbaru

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974
(Foto: iStock/detik)

Daerah

Soto Kudus Legendaris di Jakarta Timur Segar Sejak 1974

Jumat, 5 Jun 2026 - 15:10 WIB

Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima Dana(Foto:GeminiAI
/detik)

Nasional

Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP, Cek Status Penerima Dana

Jumat, 5 Jun 2026 - 12:00 WIB