Krisis Penipuan Online Asia Tenggara Tembus Rp387 Triliun, Google dan ASEAN Luncurkan Scam Ready

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis Penipuan Online Asia Tenggara Tembus Rp387 Triliun, Google dan ASEAN Luncurkan Scam Ready (Foto: medcom)

Krisis Penipuan Online Asia Tenggara Tembus Rp387 Triliun, Google dan ASEAN Luncurkan Scam Ready (Foto: medcom)

Berito.id – Ekosistem digital Asia Tenggara berada dalam titik nadir keamanan. Data terbaru menunjukkan akumulasi kerugian akibat sindikat penipuan online di kawasan ini menyentuh angka fantastis, yakni USD23,6 miliar atau setara Rp387 triliun dalam setahun terakhir. Skala kerugian yang masif ini memicu respons cepat melalui kolaborasi strategis antara ASEAN Foundation dan Google.

Keduanya menginisiasi “Scam Ready ASEAN”, sebuah program regional yang di rancang untuk mempertebal benteng literasi digital masyarakat. Inisiatif ini mendapat suntikan dana sebesar USD5 juta dari Google.org. Targetnya ambisius: menjangkau 3 juta penduduk di 11 negara anggota ASEAN untuk memutus rantai korban penipuan yang kian meluas.

Indonesia dalam Pusaran Kejahatan Siber

Indonesia menempati posisi rentan dalam peta kejahatan ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 411 ribu laporan penipuan online sepanjang 2025. Estimasi kerugian di tanah air saja di prediksi mencapai Rp9 triliun (USD550 juta).

Para pelaku tidak lagi sekadar menggunakan cara lama. Eksploitasi AI generatif kini menjadi senjata utama untuk mempercanggih modus phishing, rekayasa sosial, hingga impersonasi tokoh publik. Penggunaan pembayaran digital berbasis QR juga kerap di salahgunakan untuk menguras saldo korban. Kecanggihan teknologi ini membuat batasan antara informasi asli dan palsu semakin tipis. Siapa pun bisa menjadi sasaran; mulai dari remaja yang cakap teknologi hingga lansia yang baru mengenal internet.

Baca Juga :  Rahasia Ubah Foto "Under-Exposure" Jadi Estetik Tanpa Takut Hasil Pecah

Transformasi Strategi: Dari Reaktif ke Preventif

Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, menekankan bahwa penipuan digital telah bertransformasi menjadi ancaman lintas batas yang sistematis. Masalah ini bukan lagi sekadar kasus perorangan, melainkan krisis kepercayaan pada ruang digital yang berdampak pada stabilitas ekonomi kawasan.

Scam Ready ASEAN mengadopsi skema Train-the-Trainer. Program ini melatih 2.000 Master Trainer yang berafiliasi dengan 20 organisasi lokal. Tujuannya agar edukasi menyentuh akar rumput, terutama komunitas yang selama ini tidak terjangkau kampanye digital mainstream.

Metode pembelajaran di buat lebih interaktif. Sebanyak 550 ribu peserta akan mendapatkan akses langsung ke alat edukatif seperti game “Be Scam Ready”. Permainan ini di rancang untuk mengasah logika kritis pengguna internet dalam mengidentifikasi pola-pola mencurigakan sebelum terjebak dalam jebakan digital.

Baca Juga :  Lakukan 5 Langkah Ini agar WhatsApp Anda Aman dari Hacker

Kolaborasi Ekosistem Menghadapi Ancaman AI

Kecepatan inovasi pelaku kejahatan menuntut respons yang lebih cepat dari penyedia platform. Sapna Chadha, Vice President Southeast Asia Google, menyatakan bahwa pondasi ekonomi digital hanya bisa tumbuh jika ada rasa aman bagi pengguna. Google berkomitmen memperketat keamanan produk sambil mendukung gerakan edukasi massa.

Langkah ini juga sinkron dengan pembentukan ASEAN Anti-Scam Working Group yang di sepakati pada Pertemuan Menteri Digital ASEAN 2024. Koordinasi antarnegara kini di perketat untuk memastikan celah hukum dan teknis di perbatasan digital dapat ditutup rapat.

Langkah Praktis bagi Masyarakat

Bagi Anda pengguna aktif internet, kewaspadaan adalah kunci utama. Verifikasi setiap permintaan data pribadi yang masuk melalui pesan singkat atau email. Gunakan autentikasi dua faktor (2FA) pada seluruh akun finansial dan jangan mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tidak masuk akal. Ketahanan digital dimulai dari kemampuan individu untuk mempertanyakan setiap interaksi yang terjadi di layar ponsel mereka. (Nd/*)

Berita Terkait

Ready stock POCO F8 Ultra, Rajanya HP Gaming Premium
Lenovo FIFA World Cup 2026 Edition Resmi Hadir di Indonesia
Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Juni 2026, Turun Harga
Samsung Galaxy S26 FE Muncul di Database WPC
NVIDIA RTX Spark, Superchip AI untuk Laptop
Asus Perkenalkan Ekosistem AI Terbaru di Computex 2026
Google Luncurkan Gemma 4 12B untuk Laptop
Investasi AI Enterprise BCA dan BNI 2026 Tetap Berlanjut
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:02 WIB

Ready stock POCO F8 Ultra, Rajanya HP Gaming Premium

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:02 WIB

Lenovo FIFA World Cup 2026 Edition Resmi Hadir di Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Juni 2026, Turun Harga

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Muncul di Database WPC

Senin, 8 Juni 2026 - 14:10 WIB

NVIDIA RTX Spark, Superchip AI untuk Laptop

Berita Terbaru

5 Drama Korea Bertema Kantor Sub Indo Terbaik di Vidio(Foto: Drama Korea The Auditors/Istimewa (Dok tvN)/detik)

Showbiz

5 Drama Korea Bertema Kantor Sub Indo Terbaik di Vidio

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:15 WIB

Perbandingan Pajak Fortuner vs Pajero Sport 2026
(Foto: Ilustrasi Mitsubishi Pajero Sport vs Toyota Fortuner (Realitasonline/ Canva)
/realitasonline)

Otomotif

Perbandingan Pajak Fortuner vs Pajero Sport 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 20:10 WIB

Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan
(Foto: Dokumentasi Adidas/idn)

Internasional

Jadwal Pembukaan Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan

Kamis, 11 Jun 2026 - 19:05 WIB

Cara Membuat Tumis Kangkung Enak ala Restoran di Rumah
(Foto: ilustrasi
tumis kangkung (pixabay.com/
cegoh)/idntimes)

Kuliner

Cara Membuat Tumis Kangkung Enak ala Restoran di Rumah

Kamis, 11 Jun 2026 - 15:10 WIB