OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda (Foto: ojk/rri)

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda (Foto: ojk/rri)

Berito.id – Ancaman kejahatan finansial digital kini mengintai generasi muda yang kerap mengambil keputusan investasi secara emosional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons fenomena ini dengan memperketat edukasi mengenai risiko kripto dan tokenisasi aset. Langkah strategis tersebut di kukuhkan melalui agenda Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (11/5/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap risiko adalah pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi digital yang masif menuntut masyarakat memiliki proteksi diri melalui literasi yang kuat.

Peluang dan Bahaya Tokenisasi Aset

Inovasi teknologi blockchain dan kriptografi telah melahirkan konsep tokenisasi aset. Sistem ini memungkinkan instrumen investasi menjadi lebih inklusif dan terjangkau bagi mahasiswa hingga pelaku UMKM. Meski menawarkan kemudahan akses, Adi mengingatkan bahwa teknologi dan regulasi saja tidak cukup untuk menjamin keamanan modal. Kualitas pemahaman investor terhadap volatilitas pasar tetap menjadi faktor penentu.

Data Statistik Aset Kripto Indonesia (Update 2026):

  • Total Akun Konsumen: Lebih dari 21 juta akun (per Februari 2026).

  • Nilai Transaksi 2025: Rp482,23 triliun.

  • Pertumbuhan Aset: Dari 501 aset (2023) melonjak ke 1.464 aset (2026).

  • Kontribusi Pajak 2025: Rp796,73 miliar.

  • Legalitas: Terdapat 25 Pedagang Aset Keuangan Digital resmi yang berizin.

Peran Kampus Membendung Investasi Ilegal

Rektor UNS, Hartono, menyoroti kerentanan mahasiswa terhadap penipuan berkedok investasi digital. Banyak anak muda terjebak praktik perdagangan berisiko tinggi tanpa bekal pengetahuan yang memadai. Kolaborasi antara regulator dan akademisi bertujuan mencetak generasi yang mampu mengelola keuangan digital secara rasional.

Baca Juga :  Cara Menghilangkan Lemak Perut tanpa Olahraga Berat

Bagi Anda yang baru memulai masuk ke dunia kripto, sangat krusial untuk hanya bertransaksi pada 25 platform yang telah mendapatkan izin resmi. Langkah praktis yang harus di ambil adalah melakukan verifikasi legalitas aset di laman resmi OJK atau Bappebti sebelum menyetorkan dana. Investasi yang sehat di mulai dari riset mandiri, bukan sekadar mengikuti tren media sosial yang fluktuatif. (Tim)

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian 24 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Anjlok

Berita Terkait

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun
Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik
IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang
IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip
Simulasi Imbal Hasil ST016, Raih Passive Income Stabil dengan Pajak Rendah
Transaksi E-Commerce UMKM di Wilayah Bencana Sumatera Melonjak Drastis
Danantara Borong Saham GOTO, Manajemen Ungkap Detail Kepemilikannya
Nvidia Amankan Rantai Pasok Fisik, Rp 5 Triliun untuk Infrastruktur Serat Optik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:04 WIB

OJK Perkuat Literasi Kripto dan Tokenisasi Aset, Cegah Penipuan Digital Generasi Muda

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:03 WIB

OpenAI Perkuat Dominasi Korporasi Lewat Investasi Rp 69,68 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:32 WIB

Wall Street Tembus Rekor Baru, Dominasi AI Melawan Tekanan Geopolitik

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:40 WIB

IHSG Terkoreksi ke 6.750 Jelang Rebalancing MSCI dan Sentimen Royalti Tambang

Senin, 11 Mei 2026 - 22:15 WIB

IHSG Anjlok ke 6.905 Akibat Eksodus Modal Asing di Saham Perbankan dan Blue Chip

Berita Terbaru