Berito.id – Mesin ekonomi Indonesia menunjukkan akselerasi kuat pada awal tahun 2026. Target investasi yang dipatok pemerintah berhasil dilewati dengan capaian impresif. Menteri Investasi dan Hilirisasi (Meninves), Rosan P. Roeslani, mengumumkan bahwa realisasi investasi pada kuartal I 2026 menyentuh angka Rp498,79 triliun.
Angka ini tipis melampaui target awal sebesar Rp497 triliun. “Ini berarti melebihi target,” ujar Rosan dalam konferensi pers pada Selasa, 22 April 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.
Dominasi Lima Negara Mitra Utama
Daya tarik Indonesia bagi investor asing tetap solid. Lima negara kontributor utama menyumbang sekitar 29 persen dari total modal yang masuk. Singapura masih kokoh di posisi puncak dengan nilai investasi mencapai USD4,6 miliar.
Posisi kedua di tempati oleh Hong Kong yang menggelontorkan dana sebesar USD2,7 miliar. Tiga raksasa ekonomi dunia lainnya menyusul dengan angka yang signifikan:
-
Tiongkok: USD2,2 miliar
-
Amerika Serikat (AS): USD1,7 miliar
-
Jepang: USD1 miliar
Meninves menegaskan bahwa komposisi ini adalah buah dari diplomasi ekonomi yang agresif. Interaksi intensif melalui kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto maupun jajaran menteri ke berbagai negara mitra menjadi kunci utama penguatan hubungan ekonomi ini.
Hilirisasi Logam Dasar Jadi Motor Penggerak
Kebijakan hilirisasi terus membuahkan hasil nyata dalam angka statistik. Sektor industri logam dasar, termasuk pembangunan smelter, tampil sebagai primadona investasi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Sektor ini berhasil menyedot modal hingga Rp64,2 triliun.
Geliat investasi tidak hanya berhenti di industri berat. Beberapa sektor strategis lainnya turut mencatatkan rapor hijau, di antaranya:
-
Sektor jasa lainnya.
-
Sektor pertambangan.
-
Perumahan dan kawasan industri.
-
Transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.
Penyebaran investasi di sektor jasa dan telekomunikasi menunjukkan bahwa transformasi digital dan kebutuhan infrastruktur hunian masih menjadi magnet besar bagi para pemilik modal. Dengan dimulainya kuartal kedua, pemerintah optimis tren positif ini akan terus berlanjut melalui kebijakan yang pro-investasi dan penguatan hilirisasi di berbagai lini. ***






